Petani di Gowa Menjerit, Dua SPBU di Poros Takalar Lebih Prioritaskan ‘Mafia’ Ketimbang Rakyat Kecil

GOWA | MERPATIPOS –  Jeritan para petani di Kabupaten Gowa semakin kencang akibat sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi. Berdasarkan hasil investigasi tim media ini, dua SPBU yang terletak di Jalan Poros Gowa-Takalar diduga melakukan praktik diskriminasi dalam penyaluran solar yang melenceng dari Undang-Undang Migas.

​Adapun dua titik yang menjadi sorotan berada di wilayah Kecamatan Bontonompo dan Kecamatan Bontonompo Selatan. Di kedua lokasi ini, masyarakat petani merasa ditindas oleh kebijakan sepihak pengelola SPBU yang dianggap tidak pro-rakyat.

Diskriminasi Penyaluran kepada Petani Dibatasi sementara Mafia melenggang
​di SPBU Kelese’rena, Kecamatan Bontonompo Selatan, petani mengaku sama sekali tidak diberikan akses untuk mengambil solar bersubsidi. Saat dikonfirmasi, operator SPBU berdalih bahwa hal tersebut merupakan instruksi langsung dari pemilik SPBU.

​”Kami heran, kenapa pemilik SPBU melarang petani mengambil solar? Padahal jelas dalam UU Migas, solar bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat kecil dan petani,” keluh salah seorang petani setempat dengan nada kecewa.

Kondisi serupa terjadi di SPBU Bontonompo. Meski pihak operator mengaku memberikan solar kepada petani, jumlahnya dibatasi hanya 10 liter saja. Angka ini dinilai sangat jauh dari kebutuhan riil petani yang rata-rata memerlukan 30 liter per hari untuk operasional alat mesin pertanian (alsintan).

​”Kalau petani cuma dikasih 10 liter, itu tidak cukup untuk bekerja. Tapi anehnya, kalau mafia solar sangat gampang dapat. Kami petani asli justru ditindas oleh pengusaha,” tegas masyarakat petani Gowa.

Selain masalah di SPBU, masyarakat juga mengarahkan telunjuk ke Dinas Pertanian Kabupaten Gowa. Ada dugaan kuat terjadi kekeliruan atau “permainan” dalam penerbitan barcode solar subsidi.

​Petani menduga barcode justru banyak dikantongi oleh oknum yang bukan petani asli (mafia), sementara ribuan anggota kelompok tani yang benar-benar membutuhkan justru kesulitan mendapatkan haknya.

Mendesak Tindakan Tegas Pertamina dan Migas atas kondisi yang mencekik ekonomi rakyat ini, masyarakat petani di Gowa meminta pemerintah dan pihak berwenang segera turun tangan.

– ​Pertamina & Migas Makassar: Diminta segera memberikan sanksi tegas atau pencabutan izin terhadap dua SPBU di Poros Takalar tersebut karena tidak menjalankan amanat distribusi subsidi dengan benar.

– ​Aparat Penegak Hukum: Diminta mengusut tuntas dugaan adanya mafia solar yang bekerja sama dengan oknum SPBU dan instansi terkait.

– ​Pemerintah Kabupaten Gowa: Diminta mengevaluasi pendataan kelompok tani agar penyaluran solar bersubsidi tepat sasaran.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih berharap ada solusi nyata dari pemerintah pusat maupun daerah. “Tolonglah kami, kami hanya butuh solar untuk menyambung hidup sebagai petani,” tutup mereka.

​lp ; Meteor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ɢᴏᴡᴀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs –  Suasana meriah mewarnai pembukaan turnamen olahraga sepak takraw di Dusun Bontomanai, Desa Bontolempangan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Rabu (21/10/2026). ​Ajang olahraga tradisional yang populer di Sulawesi Selatan ini diinisiasi oleh aktivis sekaligus Ketua Umum LSM L-Pace, Hertasmin Dg Gau, bersama masyarakat setempat sebagai wadah silaturahmi sekaligus penjaringan bakat atlet daerah. ​Peresmian...

ᴍᴀᴋᴀssᴀʀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemerhati Anti Korupsi dan Ekonomi (DPP L-PACE), Hertasmin Dg Gau, S.E., yang akrab disapa Dg Gau, memberikan ucapan selamat atas dilantiknya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa yang baru, Burhan, S.H., M.H. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan dan harapan agar kepemimpinan Kajari yang baru dapat...

ᴍᴀᴋᴀssᴀʀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs – Insiden tidak menyenangkan dialami oleh seorang awak media yang hendak menjalankan tugas jurnalistik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Makassar. Petugas Penjagaan Pintu Utama (P2U) berinisial AGUM diduga secara sepihak mengusir wartawan yang datang untuk melakukan konfirmasi, Kamis (15/10/2026). ​Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula ketika jurnalis tersebut tiba di Rutan...

ᴊᴇɴᴇᴘᴏɴᴛᴏ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs –  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemerhati Anti Korupsi dan Ekonomi (DPP L-PACE), Hertasmin Dg. Gau, S.E., angkat bicara terkait penanganan kasus dugaan mafia pupuk di Kabupaten Jeneponto yang bergulir sejak tahun 2024 lalu. ​Kasus tersebut sempat menyeret nama Amrina Rachmi Warham yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto....

ɢᴏᴡᴀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs –  Koperasi Baji Pakmai yang berlokasi di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, menuai sorotan tajam. Lembaga tersebut diduga telah menjalankan aktivitasnya selama bertahun-tahun tanpa dilengkapi legalitas serta perizinan resmi sebagaimana yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. ​Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya yang mengetahui aktivitas di lapangan menyebutkan bahwa Koperasi Baji Pakmai sudah beroperasi cukup...