Petani di Takalar Keluhkan Dugaan Pilih Kasih Pihak SPBU Tepo Terkait Penyaluran Solar Bersubsidi

TAKALAR | MERPATIPOS –  Penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi di SPBU Tepo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menuai sorotan. Sejumlah warga yang berprofesi sebagai petani mengeluhkan adanya dugaan praktik “pilih kasih” dan pengabaian hak petani oleh oknum pengawas lapangan.

​Empat orang perwakilan petani setempat, yakni DN, DR, DM, dan H.SR, menyatakan kekecewaan mereka karena sulit mendapatkan solar bersubsidi untuk kebutuhan alat pertanian. Padahal, lahan garapan mereka berlokasi tidak jauh dari SPBU Tepo.

Berdasarkan laporan yang diterima media Poros Rakyat, para petani mengaku akses mereka terhadap solar bersubsidi seolah terhambat oleh keberadaan oknum yang diduga mengatur distribusi di lapangan.

​”Kami ini betul-betul petani, bukan pelansir atau mafia. Harusnya solar subsidi itu prioritas untuk kami. Tapi di lapangan, kami merasa diabaikan,” ungkap salah satu perwakilan petani.

Muncul dugaan bahwa terdapat tiga orang dengan inisial DRT, DSS, dan DNL yang diduga mendominasi dan mengatur pengambilan solar di SPBU tersebut. Berdasarkan informasi dari masyarakat, ketiga oknum tersebut bukanlah petani, melainkan diduga sebagai penjual atau pelansir yang mencari keuntungan pribadi.

Kondisi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat bawah. Warga meminta agar Manajer SPBU Tepo bertanggung jawab penuh atas pengawasan di lapangan. Mereka menegaskan bahwa pengatur distribusi seharusnya adalah pihak manajemen resmi, bukan oknum luar yang tidak memiliki kepentingan pertanian.

Beberapa poin tuntutan masyarakat adalah:

– ​Prioritas Petani: Mengutamakan pengisian solar bagi petani yang menggunakan alat pertanian sesuai regulasi pemerintah.

– ​Pemberantasan Mafia: Menindak tegas oknum pelansir (mafia solar) yang kerap menyerobot jatah solar subsidi masyarakat kecil.

– ​Transparansi Pengawasan: Meminta pengawas SPBU bersikap adil dan tidak memihak kepada para penjual eceran atau pelansir.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap pihak berwenang dan Pertamina melakukan evaluasi terhadap kinerja pengawas di SPBU Tepo agar penyaluran solar subsidi tepat sasaran dan membantu produktivitas pertanian di wilayah Takalar.

​lp ; Meteor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Makassar | Merpatipos –  Puluhan member arisan online yang beroperasi di wilayah Hertasning, Makassar, resmi melaporkan sang pemilik (owner) bernama Marsela Zelyanti alias Dwita ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Makassar, Selasa (7/7/2026) petang. Terlapor melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan dana yang merugikan para anggota hingga puluhan juta rupiah. Laporan tersebut tercatat masuk...

Makassar | Merpatipos –  Praktik arisan online kembali memakan korban di Makassar. Puluhan member arisan yang dikelola oleh seorang pemilik butik di kawasan Hertasning, bernama Dwitha Anggraini, kini mengeluhkan nasib mereka lantaran dana yang seharusnya menjadi hak mereka tak kunjung cair. ​Permasalahan ini mencuat setelah para member mengaku mengalami serangkaian tindakan tidak profesional dari sang...

Makassar | Merpatipos –  Fasilitas pemasyarakatan yang seharusnya menjadi tempat rehabilitasi kini justru berubah menjadi ‘sarang’ hitam. Dugaan maraknya peredaran sabu hingga insiden berdarah berupa penikaman di dalam Lapas Kelas I Makassar memantik reaksi keras dari DPR RI. ​Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia, melayangkan kritik tajam terhadap bobroknya sistem pengawasan di dalam lapas....

Makassar | Merpatipos – Beredar kabar narapidana sedang berpesta narkoba di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas I Makassar merupakan masalah serius yang berulang kali menjadi perhatian publik. Dimana persoalan itu diduga terjadi dalam blok napi di Lapas Makassar, Sulawesi Selatan. Kasus ini biasanya melibatkan peredaran gelap narkoba di dalam sel dan penggunaan ponsel ilegal, dimana...

GOWA, MERPATIPOS – Suara lantang dan sangat merdu mengema memenuhi seluruh mesjid Allihlas Bontobila pada Selasa, 27 Mei 2026 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah. Dengan semangat ratusan umat muslim yang telah memadati lokasi sejak pagi hari, tampak terhanyut dan terkesima mendengar lantunan ayat suci Al-Qur’an serta bacaan sholat Ied Adha yang dibawakan oleh Imam...