Bobroknya Lapas Bollangi: Napi Bandar Narkoba Bebas Keluar Sel dan Bisa Pesan Wanita Malam

ɢᴏᴡᴀ, ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs –  Tabir hitam mengenai fasilitas mewah dan pelonggaran aturan bagi narapidana kelas kakap di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Bollangi, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, kembali terkuak.

Menyusul pemindahan empat narapidana (napi) bandar narkoba ke Lapas Maros baru-baru ini, mencuat kabar miring mengenai betapa istimewanya perlakuan yang diterima para bos narkoba tersebut selama mendekam di Lapas Bollangi.

​Informasi yang dihimpun dari sumber-sumber tepercaya menyebutkan bahwa para pengendali jaringan barang haram ini diduga kuat memiliki kekuasaan penuh untuk memasukkan wanita hiburan pada malam hari, serta bebas berkeliaran di luar sel hingga pagi hari.

​Menurut keterangan sumber, praktik prostitusi terselubung ini diatur secara rapi memanfaatkan jam-jam rawan saat pengawasan dari pihak luar sangat minim.

​”Informasi yang sempat terlewat, di Lapas itu para napi bisa mendatangkan perempuan kalau malam. Perempuan itu dimasukkan sekitar pukul 23.00 atau 24.00 WITA, lalu dikeluarkan menjelang subuh,” ungkap seorang sumber melalui sambungan telepon seluler, Kamis (14/5).

Lebih mencengangkan, fasilitas yang digunakan untuk melancarkan aksi tersebut diduga memanfaatkan ruang kerja kedinasan di dalam Lapas. Pada malam hari, ruang Registrasi dan ruang Bimbingan Kerja (Gitja) disinyalir beralih fungsi menjadi tempat pertemuan privat. Sementara pada siang hari, mereka kerap menggunakan ruang Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) hingga batas waktu kunjungan berakhir.

​Untuk menikmati fasilitas “plus-plus” ini, para bandar narkoba dilaporkan harus merogoh kocek yang cukup dalam.

Meski empat bos narkoba telah dideportasi ke Lapas Maros, gurita bisnis peredaran narkoba di dalam Lapas Bollangi dikabarkan belum sepenuhnya mati. Berdasarkan data yang diperoleh dari narasumber bernama Asri, sejumlah nama besar disinyalir masih aktif mengendalikan pasar narkotika dari balik jeruji besi. Beberapa nama yang mencuat antara lain Soni, Baba, Khaidir, dan Andy.

​”Empat bos memang sudah pindah ke Lapas Maros. Tapi di dalam (Lapis Bollangi) masih tersisa Soni, Khaidir, Andy, dan Baba. Baba ini anggotanya Sandi, dia yang menguasai pasar lewat Instagram (IG) kalau di wilayah Gowa,” beber Asri kepada wartawan

Sumber Redaksi menambahkan bahwa saat ini posisi Soni diduga tengah “stagnan” atau tiarap sementara waktu untuk membaca situasi. Namun, dalam waktu dekat disinyalir ia akan kembali beraktivitas penuh sebagai pengendali jaringan.

​Bentuk bisnis mereka pun kian modern. Menyesuaikan tren, narapidana seperti Baba dilaporkan aktif mengendalikan penjualan narkoba skala besar dengan memanfaatkan media sosial, mulai dari Instagram, Facebook, hingga aplikasi pesan singkat WhatsApp, dengan cakupan pasar yang menguasai banyak wilayah di Kabupaten Gowa.

Keistimewaan yang didapat para bos narkoba ini dinilai mencederai rasa keadilan. Ketika narapidana biasa harus dikunci rapat di dalam sel isolasi atau blok hunian standar, para bandar narkoba ini justru melenggang bebas tanpa hambatan, baik siang maupun malam.

Praktik lancung ini diyakini bukan lagi rahasia baru, melainkan modus lama yang sudah berjalan terstruktur. Kegiatan ilegal tersebut diduga kuat diketahui, atau setidaknya dibiarkan, oleh pihak pimpinan Lapas, termasuk Kepala Lapas (Kalapas) serta Kepala KPLP, hingga akhirnya menjadi konsumsi rahasia umum di antara para penghuni Lapas lainnya.

Upaya konfirmasi dan klarifikasi telah dilakukan oleh awak media kepada Kepala Lapas Narkotika Bollangi, Sungguminasa. Konfirmasi dilayangkan baik melalui sambungan telepon langsung maupun pesan singkat via aplikasi WhatsApp.

​Namun, hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban sedikit pun atas dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP) serta kode etik berat ini. Pihak Lapas Narkotika Bollangi belum mengeluarkan rilis resmi untuk membantah atau menjelaskan tudingan miring yang tengah menjadi sorotan publik tersebut.

Laporan; Arif

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Merpatipos – Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban serta mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Palopo melaksanakan razia dan penggeledahan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (19/8) malam. Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WITA tersebut menyasar sejumlah kamar hunian, yakni Blok C Kamar 5, 6, dan 7...

Takalar | Merpatipos –  Aktivitas penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) diduga marak terjadi di Desa Towata, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ilegal ini disinyalir beroperasi dengan memanfaatkan dalih “cetak sawah” atau pembukaan lahan pertanian guna mengelabui pengawasan aparat penegak hukum (APH). ​Warga Kampung Beru, Desa Towata, mengungkapkan kekecewaannya karena aktivitas...

Gowa | Merpatipos – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polresta Gowa menggelar upacara bendera di Lapangan Briptu Ashabur Rifky, Polresta Gowa, Senin (17/8/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Gowa, Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh para Pejabat Utama...

Palopo | Merpatipos – Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Palopo, Hartono, memimpin langsung kegiatan kontrol keliling untuk memastikan seluruh gembok dan pintu kamar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam kondisi terkunci dengan aman, Minggu (16/8/2026). Kegiatan pengamanan preventif ini dilaksanakan pada malam hari guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam area...

Gowa | Merpatipos – Aktivitas penambangan galian C di Lingkungan Giring-Giring, Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga sekitar mengaku prihatin dan resah dengan maraknya penambangan pasir dan batu yang terus berlangsung tanpa pengawasan ketat. ​Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan truk pengangkut material tampak keluar masuk lokasi...