Diduga Tak Kantongi IPAL, Pihak Badan Gizi Nasional di Mangarabombang Enggan Temui Wartawan

TAKALAR | MERPATIPOS –  Upaya konfirmasi awak media terkait kelengkapan administrasi lingkungan pada operasional Satuan Pelayanan Gizi (SPG) Badan Gizi Nasional di Kabupaten Takalar menemui jalan buntu. Pihak manajemen perusahaan diduga menutup diri dari kejaran informasi publik.

​Peristiwa ini terjadi di lokasi kantor Badan Gizi Nasional yang terletak di Jalan Poros Takalar-Jeneponto, Desa Maungadu, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Kedatangan sejumlah wartawan ke lokasi tersebut bermaksud untuk melakukan klarifikasi terkait adanya laporan masyarakat. Warga setempat menyoroti dugaan belum adanya fasilitas Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai di lokasi tersebut, yang dikhawatirkan dapat berdampak pada lingkungan sekitar.

​Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan resmi, awak media justru tertahan di pintu masuk. Berdasarkan keterangan petugas keamanan (security) yang berjaga, pihak pimpinan sedang tidak ingin ditemui.

​”Pihak manajemen tidak menerima tamu wartawan dan tidak mau ditemui untuk saat ini,” ujar salah satu petugas keamanan saat menghalau media di lokasi

Kehadiran Badan Gizi Nasional sejatinya diharapkan membawa dampak positif bagi pemenuhan gizi masyarakat. Namun, aspek transparansi mengenai pengelolaan limbah menjadi poin krusial yang dipertanyakan.

​Sesuai dengan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, wartawan memiliki hak untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi demi kepentingan publik. Penutupan akses informasi ini pun menuai tanda tanya besar terkait apa yang sebenarnya terjadi di dalam operasional perusahaan tersebut

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Badan Gizi Nasional wilayah Takalar maupun instansi terkait mengenai status izin IPAL mereka.

Awak media masih terus berupaya melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Takalar untuk memastikan apakah operasional tersebut telah memenuhi standar regulasi lingkungan yang berlaku.

lp ; Meteor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Merpatipos – Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban serta mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lingkungan Lembaga Pemasyarakatan, Lapas Kelas IIA Palopo melaksanakan razia dan penggeledahan kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu (19/8) malam. Kegiatan yang dimulai pada pukul 20.00 WITA tersebut menyasar sejumlah kamar hunian, yakni Blok C Kamar 5, 6, dan 7...

Takalar | Merpatipos –  Aktivitas penambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP) diduga marak terjadi di Desa Towata, Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut), Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ilegal ini disinyalir beroperasi dengan memanfaatkan dalih “cetak sawah” atau pembukaan lahan pertanian guna mengelabui pengawasan aparat penegak hukum (APH). ​Warga Kampung Beru, Desa Towata, mengungkapkan kekecewaannya karena aktivitas...

Gowa | Merpatipos – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polresta Gowa menggelar upacara bendera di Lapangan Briptu Ashabur Rifky, Polresta Gowa, Senin (17/8/2026). Upacara dipimpin langsung oleh Kapolresta Gowa, Kombes Pol. Dr. H. Muh. Yusuf Usman, S.H., S.I.K., M.T., CIPA, selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh para Pejabat Utama...

Palopo | Merpatipos – Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Palopo, Hartono, memimpin langsung kegiatan kontrol keliling untuk memastikan seluruh gembok dan pintu kamar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dalam kondisi terkunci dengan aman, Minggu (16/8/2026). Kegiatan pengamanan preventif ini dilaksanakan pada malam hari guna mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib) di dalam area...

Gowa | Merpatipos – Aktivitas penambangan galian C di Lingkungan Giring-Giring, Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. Warga sekitar mengaku prihatin dan resah dengan maraknya penambangan pasir dan batu yang terus berlangsung tanpa pengawasan ketat. ​Berdasarkan informasi yang dihimpun, puluhan truk pengangkut material tampak keluar masuk lokasi...