Pabrik Kulit Lumpia di Gowa Diduga Abaikan Hak Pekerja dan Cemari Lingkungan, APH Didesak Bertindak

Gowa | Merpatipos – Praktik operasional sebuah pabrik kulit lumpia yang berlokasi di Dusun Parang Ma’lengu, Kelurahan Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, kini menjadi sorotan publik. Industri yang telah beroperasi selama lima tahun ini diduga kuat mengabaikan kewajiban mendasar terkait keselamatan kerja, kesejahteraan karyawan, hingga perlindungan lingkungan.

Berdasarkan investigasi di lapangan pada Jumat (19/6/2026), ditemukan sejumlah pelanggaran serius. Pabrik ini diduga kuat beroperasi tanpa dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), yang berpotensi mencemari ekosistem di sekitar pemukiman warga. Selain itu, para pekerja di pabrik tersebut juga bekerja tanpa Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai, sehingga membahayakan kesehatan dan keselamatan mereka.

Selain aspek lingkungan dan keselamatan kerja, ironi juga terjadi pada sisi kesejahteraan ekonomi karyawan. Sejumlah pekerja mengaku menerima upah yang jauh di bawah standar Upah Minimum Provinsi (UMP) Sulawesi Selatan tahun 2026 yang telah ditetapkan sebesar Rp3.497.904 per bulan.

​Lebih jauh, hak-hak dasar tenaga kerja berupa jaminan sosial, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun BPJS Kesehatan yang diduga tidak diberikan oleh pihak manajemen kepada para pekerjanya. Hal ini menempatkan para buruh dalam posisi yang sangat rentan.

Saat dikonfirmasi di lokasi, Kepala Marketing pabrik tersebut, Ibu Aisyah, didampingi pihak keamanan (sekuriti), memberikan keterangan yang cukup mengejutkan. Ia berdalih bahwa saat ini seluruh perizinan dan pemenuhan standar tersebut sedang dalam tahap pengurusan.

​Padahal, faktanya, pabrik tersebut telah menjalankan aktivitas produksi selama kurang lebih lima tahun. Jawaban ini dinilai sebagai bentuk kelalaian yang sengaja dipelihara demi menekan biaya operasional dengan mengorbankan hak karyawan dan kelestarian lingkungan.

Kondisi ini memantik kemarahan pemerhati ketenagakerjaan. Jika terbukti benar, operasional pabrik ini jelas melanggar sejumlah regulasi nasional, di antaranya: ​UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, ​UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan ​Undang-Undang Ketenagakerjaan terkait standar pengupahan.

​”Kami meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dan dinas terkait untuk tidak tutup mata. Sudah lima tahun berjalan, namun standar dasar diabaikan. Jika dibiarkan, ini menjadi preseden buruk bagi iklim industri di Gowa,” tegas salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat kini menanti langkah konkret dari instansi terkait untuk segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan memberikan tindakan tegas guna memastikan hak-hak pekerja terpenuhi dan dampak lingkungan dapat dimitigasi.

Laporan ; Yusuf

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ɢᴏᴡᴀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs –  Suasana meriah mewarnai pembukaan turnamen olahraga sepak takraw di Dusun Bontomanai, Desa Bontolempangan, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Rabu (21/10/2026). ​Ajang olahraga tradisional yang populer di Sulawesi Selatan ini diinisiasi oleh aktivis sekaligus Ketua Umum LSM L-Pace, Hertasmin Dg Gau, bersama masyarakat setempat sebagai wadah silaturahmi sekaligus penjaringan bakat atlet daerah. ​Peresmian...

ᴍᴀᴋᴀssᴀʀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemerhati Anti Korupsi dan Ekonomi (DPP L-PACE), Hertasmin Dg Gau, S.E., yang akrab disapa Dg Gau, memberikan ucapan selamat atas dilantiknya Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gowa yang baru, Burhan, S.H., M.H. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan dan harapan agar kepemimpinan Kajari yang baru dapat...

ᴍᴀᴋᴀssᴀʀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs – Insiden tidak menyenangkan dialami oleh seorang awak media yang hendak menjalankan tugas jurnalistik di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas 1 Makassar. Petugas Penjagaan Pintu Utama (P2U) berinisial AGUM diduga secara sepihak mengusir wartawan yang datang untuk melakukan konfirmasi, Kamis (15/10/2026). ​Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula ketika jurnalis tersebut tiba di Rutan...

ᴊᴇɴᴇᴘᴏɴᴛᴏ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs –  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemerhati Anti Korupsi dan Ekonomi (DPP L-PACE), Hertasmin Dg. Gau, S.E., angkat bicara terkait penanganan kasus dugaan mafia pupuk di Kabupaten Jeneponto yang bergulir sejak tahun 2024 lalu. ​Kasus tersebut sempat menyeret nama Amrina Rachmi Warham yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jeneponto....

ɢᴏᴡᴀ | ᴍᴇʀᴘᴀᴛɪᴘᴏs –  Koperasi Baji Pakmai yang berlokasi di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, menuai sorotan tajam. Lembaga tersebut diduga telah menjalankan aktivitasnya selama bertahun-tahun tanpa dilengkapi legalitas serta perizinan resmi sebagaimana yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. ​Informasi yang dihimpun dari sumber terpercaya yang mengetahui aktivitas di lapangan menyebutkan bahwa Koperasi Baji Pakmai sudah beroperasi cukup...